Jakarta - Perusahaan yang didirikan orang Indonesia, Marvell Technology Group, telah mengembangkan sebuah komputer dengan harga yang akan mencapai sekitar Rp 400.000 per unit. Komputer ini memiliki ukuran kecil bagaikan colokan listrik.
Komputer dengan nama Plug Computer itu memiliki ukuran seperti colokan listrik, kurang lebih hanya satu genggaman tangan. Namun kemampuannya tak bisa diremehkan begitu saja.
Sehat Sutardja, CEO dan pendiri Marvell, seperti dikutip detikINET dari NYTimes, Senin (25/5/2009), mengatakan Plug Computer itu dikembangkan dengan prosesor buatan Marvell. Memang perangkat itu tidak dilengkapi dengan layar, namun ia bisa disambungkan dengan kabel Ethernet ke jaringan lokal dan internet.
Selain itu, Plug Computer memiliki port USB untuk dipasangkan dengan perangkat eksternal lain, mulai dari hardisk hingga kamera. Sistem operasi yang digunakan adalah salah satu versi dari Linux.
Perangkat itu dibanderol pada harga USD 99 dengan development kit-nya. Namun NYTimes memperkirakan dalam waktu dua tahun perangkat itu akan turun harga hingga USD 40 atau sekitar Rp 400.000.
Sutardja mengatakan, nantinya Plug Computer ini mungkin tak akan nampak sebagai satu produk tersendiri. "Nantinya, Anda tak akan melihat plug ini. Kami ingin perangkat ini ada di TV, stereo system dan pemutar DVD," ujar pria yang hijrah dari Indonesia untuk kemudian mendirikan Marvell di Amerika Serikat.
Marvell adalah perusahaan semikonduktor yang cukup ternama di pasaran. Produk-produknya digunakan di kurang lebih 50 persen prosesor hardisk di pasaran, belum lagi chip Marvell yang banyak tertanam dalam ponsel.
Pada 2006 perusahaan ini menarik perhatian karena membeli salah satu divisi dari Intel, tepatnya Divisi Xscale Processor dari raksasa mikroprosesor tersebut. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1995 di Santa Clara, California, Amerika Serikat, dua dari tiga pendirinya adalah pria kelahiran Indonesia: Sehat Sutardja dan Pantas Sutardja.
Sumber : detik.com
Tambal Gigi dengan Asam Empedu
Hongkong: Letak empedu dan gigi lumayan jauh. Yang satu berada di dalam rongga perut, sedangkan yang lain berada dalam rongga mulut. Namun siapa sangka, asam yang dihasilkan empedu ternyata dapat digunakan untuk menambal lubang pada gigi.
Fungsi asam empedu sebagai bahan penambal alami ini diungkap oleh para ilmuwan di Kanada dan Cina yang berhasil mengembangkan sebuah material keras menggunakan asam empedu manusia. Material keras ini diharapkan dapat digunakan untuk menambal gigi berlubang.
Saat ini, lubang pada gigi biasanya diisi dengan tambalan dari merkuri atau plastik meski kini penambal putih yang terbuat dari plastik lebih umum digunakan dokter gigi ketimbang bahan tambalan gigi tradisional berwarna perak yang mengandung merkuri. Material dari zat kimia anorganik, baik merkuri maupun plastik, memicu kekhawatiran karena berpotensi menimbulkan racun.
Apalagi banyak bahan penambal dari plastik yang mengandung unsur kontroversial, semisal BisGMA, yang kerap dikaitkan dengan pecahnya tambalan secara prematur dan perlahan melepas bisphenol A, sebuah substansi yang dianggap bersifat toksik bagi manusia dan lingkungan.
alam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal ACS Applied Materials & Interfaces, para ilmuwan tersebut menggambarkan bagaimana mereka mengumpulkan asam empedu dan mengubahnya menjadi plastik keras dan tahan lama yang tampaknya memiliki kemampuan antiretak yang jauh lebih baik daripada material lain yang kini digunakan oleh para dokter gigi.
Asam empedu adalah substansi alami yang dihasilkan oleh hati dan disimpan di dalam kantong empedu untuk membantu mencerna lemak. "Material baru ini kelihatannya jauh lebih kuat, juga lebih tahan lama, dengan berpotensi mengurangi rasa nyeri akibat penambalan retakan dan kunjungan darurat ke dokter gigi," kata Julian Zhu dari departemen kimia Shanxi University di Cina, yang mengepalai tim peneliti itu.
LONDON - Semakin menipisnya cadangan minyak bumi untuk keperluan bahan bakar, membuat para ahli putar otak untuk mengembangkan sumber energi terbarukan.
Kini, ada penemuan terbaru yang memungkinkan bahan bakar kendaraan bermotor diganti oleh urine. Para ilmuwan telah menciptakan katalis yang bisa mengekstraksi sumber energi hidrogen yang berasal dari urine.
Katalis tidak hanya bisa menjadi sumber energi bagi mobil berbahan bakar hidrogen di masa depan,tapi juga bisa membantu kebersihan lingkungan, terutama dalam hal penanganan limbah air. Demikian keterangan yang dikutip dari Times of India, Jumat (10/7/2009).
Gerardine Botte dan timnya dari Ohio University memanfaatkan pendekatan elektrolik untuk menghasilkan hidrogen dari urine.
Zat urine yang merupakan limbah paling melimpah di dunia sebagian besar terdiri dari unsur urea. Sementara itu, urea merupakan unsur yang potensial untuk dijadikan sebagai hidrogen.
Dalam setiap molekul urine, terdapat empat atom hidrogen yang saling bergabung. Atom hidrogen dalam urine lebih kuat dibandingkan dengan atom hidrogen dalam molekul air.
Botte beserta timnya menggunakan elektrolisis untuk memisahkan molekul-molekul tersebut, untuk mengembangkan nikel berbasis elektroda guna mengoksidasi urea secara efisien.
Selama proses elektrokimia, urea terserap oleh permukaan elektroda nikel yang kemudian mengalirkan elektron yang dibutuhkan untuk memecah molekul," kata Botte.
Untuk memecah molekul tersebut, dibutuhkan tenaga listrik sebesar 0.37V. Sementara untuk memisahkan unsur air, memerlukan energi listrik kurang dari 1.23V.
Setiap hari kita pasti selalu menggunakan rahang baik untuk berbicara maupun mengunyah makanan. Jika rahang mengalami masalah pasti kita akan kesulitan untuk berbicara dan mengunyah makanan.
Nah, untuk mengetahui cara kerja rahang dan mengatasi masalah pada rahang para ahli mekanik asal Inggris membuat robot pengunyah. Cara kerja robot ini seperti rahang manusia. Bentuknya pun seperti mulut mekanik.
Salah satu pembuatnya, Dr. Kazem Alemzadehv menyatakan kalau pembuatan robot pengunyah itu terinspirasi setelah ia melihat simulator pesawat ruang angkasa yang memiliki gerakan seperti rahang.
Selain Dr. Kazem Alemzadehv, robot tersebut juga dirancang oleh ahli mekanik Daniel Raabe, dari Universotas Bristol, inggris.
"Dengan robot pengunyah ini kita bisa memahami cara kerja rahang dan membuat alat bantu bagi orang yang mengalami masalah pada rahangnya," kata Daniel Raabe.
Jadi, nantinya orang-orang yang memiliki masalah rahang tidak perlu melakukan operasi, mereka cukup menggunakan alat bantu dalam mulutnya.


LONDON - Untuk pertama kalinya, dunia sains mengklaim bisa membuat sperma manusia melalui hasil uji laboratorium. Sperma tersebut merupakan racikan para ilmuwan Inggris yang berasal dari sel batang embrionik. Mereka menyatakan, penemuan ini bisa sangat berguna bagi pria kurang subur untuk bisa mendapatkan anak.
"Ilmuwan dari Newcastle and the NorthEast England Stem Cell Institute ini membutuhkan waktu selama 10 tahun untuk mengulik bagaimana agar sperma buatan ini bisa menyuburkan pria kurang subur," kata Karim Nayernia, dari Newcastle University, seperti dikutip News Yahoo, Kamis (9/7/2009).
Menurutnya, sel batang pada manusia bisa menjadi sel apa saja dalam tubuh body dan para ilmuwan sebelumnya sudah pernah mengubahnya menjadi berbagai variasi kesatuan sel yang baru menjadi sel dalam otak, pankreas dan lain-lain.
Namun beberapa kalangan meragukan hasil penemuan ini. Mereka mengkritik dengan mengatakan studi ini tidak benar-benar menciptakan sperma yang berfungsi sebagaimana mestinya. Jikapun diaplikasikan dalam tubuh manusia, kemungkinan besar fungsi sperma ini abnormal.
"Saya sangat tidak yakin melihat presentasi penemuan profesor Nayernia. Sperma yang dihasilkan oleh sel batang embrionik tidak bisa secara akurat dikatakan sebagai spermatozoa," kata Profesor dari University of Sheffield Allan Pacey.
Pacey menambahkan, sperma yang diciptakan oleh Nayernia dan timnya tidak memiliki bentuk spesifik, serta pergerakan dan fungsi seperti sperma sesungguhnya.
Color Picker is an innovative design of a concept pen that can scan colors from anything around and instantly use the color for drawing. After placing the pen against an object, the user just presses the scan button. The color is being detected by the color sensor and the RGB cartridge of the pen mixes the required inks to create the target color. This superb device will help people to observe the changing colors of nature. With color picker, all range of artists will be able to cerate a more sensorial and visual insight of their surrounding nature’s colors.
Kecoak telah melewati semua jaman yang diketahui manusia. Sangat sukar dibayangkan memang, bagaimanapun juga hewan ini sebetulnya berkah bagi manusia, anda boleh percaya atau tidak, paling tidak bagi segelintir bioengineers yang briliant di India.
Kecoak menjadi kunci sukses bagi sekelompok ilmuwan di India yang sedang mengembangkan tekhnologi jantung buatan. Dengan menggunakan jantung kecoak sebagai model, sebuah prototype yang dihasilkan mampu memberikan sebuah jantung buatan yang lebih murah dan lebih bisa diandalkan untuk dicangkok dibanding dengan jantung buatan yang sekarang ada.
Kunci utama jantung buatan tersebut berkaitan dengan sistem pernafasan kecoak yang sangat unik. Kecoak memiliki 13 bilik pemompa darah, sedang manusia hanya memiliki 4. Jika sebuah bilik jantung manusia mengalami kegagalan(tidak mampu memompa) maka dia akan mendapatkan serangan jantung yang sangat fatal, tapi dengan jantung yang memiliki 13 bilik ini, jantung akan tetap mampu memompa meskipun 1 bilik mengalami kerusakan.
"Jantung kecoak yang memiliki 13 bilik membuatnya mampu untuk tetap bertahan meskipun salah satunya mengalami kegagalan, tapi hal itu tidak bisa terjadi pada manusia. Model yang kami buat berbasis pada sistem kerja jantung kecoak, dimana kami membuat mekanisme tekanan menjadi lebih terperinci. Jadi meskipun salah satu bilik gagal orang yang menggunakan jantung ini masih bisa hidup. Jantung buatan ini tidak menekan komponen lain(elemen pemompa) dan menggunakan tekanan yang rendah pada sel darah", ujar Professor Sujoy Guha pemimpin tim penelitian tersebut.
10 orang anggota tim penelitian di Indian Institute of Technology (ITT) yang berada di barat Bengal, menghabiskan hampir 3 tahun waktu mereka untuk mengembangkan jantung buatan ini dengan menggunakan bahan metal dan plastik. Saat ini jantung buatan tersebut diujicobakan ke katak, dan mereka berencana untuk mengujinya ke seekor kambing bulan Mei ini.
Jantung buatan ini merupakan terobosan baru dan lebih maju dibandingkan dengan jantung buatan yang sekarang ada di pasaran, dimana pemompaan darah masih tergantung pada sebuah bilik. " Ini adalah sebuah kemajuan tetapi merupakan satu hal yang rumit. Akan membutuhkan 3 tahun lagi untuk memasarkan produk ini. Saat ini produk ini sedang diujicobakan ke binatang, memerlukan beberapa tahun untuk dicobakan ke manusia," ujar Professor Sujoy Guha.
Diperkirakan harga jantung buatan ini akan berkisar 100.000 rupee yang setara dengan $2000. Harga ini 30 kali lebih murah dari jantung buatan yang ada dipasaran saat ini.
TORONTO - Penyebaran penyakit AIDS dewasa ini masih menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat dunia. Pasalnya hingga saat ini belum ada formula untuk menangkal atau menyembuhkan penyakit mematikan tersebut.
Sejumlah ilmuwan dari University of Western Ontario, Kanada dikabarkan telah mengembangkan vaksin baru untuk melawan virus HIV/AIDS. Vaksin tersebut, saat ini sedang dalam tahap persiapan ujicoba pada manusia.
Vaksin baru yang diberi nama, SAV001H dikembangkan bekerjasama dengan perusahaan farmasi Korea, Sumagen Kanada. Demikian dilansir TimesofIndia, Kamis (2/7/2009).
Sumagen Canada dan university of Western Ontario mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan aplikasi permohonan kepada US Food and Drug Administration (FDA) untuk memulai tahap pertama ujicoba vaksin pada manusia.
Menurut Chil-Yong Kang, profesor yang turut serta dalam pengembangan vaksin itu, vaksin tersebut telah selesai diteliti dan diujicoba pada binatang dan hasilnya memuaskan. SAV001H memiliki reaksi anti-body yang baik untuk kekebalan sistem tubuh.
Beberapa ilmuwan dan perusahaan farmasi telah berupaya keras untuk mengembangkan vaksin untuk menyembuhkan AIDS sejak virus tersebut ditemukan tahun 1983, tapi hingga saat ini belum ada yang beredar.
Rencananya, jika ujicoba berhasil Sumagen akan mendistribusikan vaksin tersebut ke 70 negara di dunia.